
The Book of Love 4
Orang yang melihat tanpa pemutarbalikan, bebas dari prasangka, matanya terang bercahaya. Kepentingan pribadi membuatmu buta dan menguburkan ilmu dalam ilahat. Kurangnya prasangka membuat kebodohan jadi bijaksana.
Hati yang kacau tak dapatkan kesenangan hidup dalam kebohongan. Air dan minyak tak dapat menyalakan cahaya. Hanya perkataan yang benar membawa kesenangan hidup; kebenaran adalah umpan yang sangat memikat hati.
Orang beriman adalah sumber kasih sayang; rohani orang shaleh yang jernih adalah air kehidupan.
Jibril menari-nari karena cintanya pada keindahan Tuhan, sedang Ifrit menari karena cintanya kepada setan betina.
Jika sinar matahari jatuh ke atas kotoran, ia tetap sinar yang sama. Tak akan ada pencemaran yang menghinggapinya.
Kerang-kerang badan di dunia ini, kendati semuanya hidup karena karunia lautan jiwa, namun tidak semua kerang berisi mutiara. Buka matamu dan lihatlah ke dalam hati setiap orang. Keluarkanlah apa yang ada dalam diri setiap orang, sebab mutiara yang benar-benar bermutu jarang ditemukan.
Kebakhilan tidak melihat yang melimpah, harapan pada mutiara-mutiara itu yang membuat penyelam tetap gembira.
Di atas punggung keledai terdapat banyak barang dan uang; tapi mutiara hatimu adalah investasi yang mendukung seratus keledai.
Langit begitu indah dan agung. Allah berfirman, hadapkan wajahmu kesana. Mengenai atap cahaya ini, jangan puas dengan sekali lihat, lihat berulang-ulang, Lihatlah, adakah yang cacat? Kemudian Dia mengatakan lihatlah, kamu lihatlah lagi atap yang cemerlang ini, telitilah dimana cacatnya, ketahuilah, berapa banyak kearifan diperlukan bumi yang gelap ini.
Setiap orang yang senang mengamalkan ibadah tak akan tahan meninggalkannya, meskipun sebentar. Kekecewaan dan kesedihan seperti seratus shalat; apa artinya upacara shalat dibandingkan dengan kemilaunya kerinduan hati yang hina ini.
Banyak keajaiban menjelma dalam tidur, dalam tidur hati menjadi sebuah jendela. Orang yang terjaga dan bermimpi-mimpi yang indah, dialah yang mengenal Allah. Sambutlah debu dari matanya.
Nyanyian-nyanyian Daud. Begitu indah bagi orang beriman, tapi bagi yang tak beriman, semua itu hanya hiruk pikuk hutan belukar.
Segala yang dibuat indah, cantik dan anggun dibuat untuk mata orang yang melihat.
Allah tidak memerlukan nabi-nabi, tapi dengan keagungan dan karunia membuat keindahan sinar-Nya memancar. Dari sinar itu Adam menerima ilmu tentang Tuhan. Dari pancaran cahaya itu Ibrahim menghadapi api tanpa merasa takut.
Kesulitan-kesulitan musim dingin dan musim gugur, panasnya musim panas, musim semi seperti roh kehidupan, angin, awan dan halilintar, semua ini membantu untuk membuat perbedaan; begitulah bumi berwarna abu dapat lahirkan semua yang tersimpan di jantungnya, mana yang batu delima dan mana yang batu buram.
Tuhan, kendati ada kaum skeptis, telah menyebabkan taman-taman rohani dengan bunga-bunga harum tumbuh dalam hati sahabat-sahabat-Nya. Tiap semerbak harum di dalamnya mawar bercerita rahasia semesta. Harumnya bingungkan kaum skeptis, menyebar ke seluruh dunia, mencabik selubung.

**********************************

Tidak ada komentar:
Posting Komentar